Sabtu, 24 September 2016

RAMPAG PAREBUT SEENG

Nama: Sheirezha Rihayati Lesmana
Kelas: IEA06
NPM: 16216990

RAMPAG PAREBUT SEENG













Parebut Seeng atau ada juga yang menyebutnya Tapak Seeng adalah kesenian yang hidup sebagian diwilayah kabupaten Bogor. Kesenian Parebut Seeng ini awalnya tumbuh dikecamatan Caringin Kabupaten Bogor yang merupakan pusat aliran seni bela diri yang sangat terkenal, Cimande. Acara Tapak Seeng ini pada awalnya biasa ditampilkan dalam salah satu acara yang terdapat dalam rangkaian upacara adat pernikahan. Kemudian kesenia ini menyebar lagi keberbagai tempat sampai terkadang dilakukan juga pada acara Khitanan. Rampag Parebut Seeng ini biasanya dipentaskan oleh laki laki baik anak anak maupun orang dewasa. Dalam permainan ini setiap peserta diharuskan menggunakan pakaian berwarna hitam hitam khas tradisional sunda yang dekenal dengan nama baju kampret, dengan dilengkapi penutup kepala yang disebut dengan totopong atau iket.
Peraturan Parebut seeng ini secara umum sangat sederhana, seorang peserta membawa seeng  yaitu tungku nasi tradisional. Sementara dengan gerakan silatnya peserta yang lainnya berusaha menyentuh tungku nasi tersebut. Apabila tungku nasi tersebut berhasil terjatuh, maka akan dinyatakan gagal dan digantikan oleh pemain yang lainnya. Begitu seterusnya sampai tersisa satu orang yang dinyatakan sebagai pemenang. Pemenang dalam pertunjukan Rampag Parebut Seeng ini bukan diartikan menang atas orang lain, melainkan menang atas penguasaan nafsu terhadap dirinya sendiri. Yang unik dari Rampag Parebut Seeng ini adalah setelah pertunjukan berakhir, seorang kokolot akan melakukan pijatan terhadap pemain yang cedera . Pijat ini dilakukan dengan cara mengusapkan air kepada peserta yang mengalami cedera,tetapi air terdebut bukan air biasa karna dilengkapi dengan mantra mantra. Memang hal ini dari segi medis sangat sulit dipercaya, tetapi peserta yang mengalami cedera merasa lebik baik ketika mendapat pijatan Cimande tersebut.
Sayangnya kesenian Rampag  Parebut Seeng ini jarang diketahui oleh anak anak jaman sekarang, padahal sebagai anak anak bangsa yang mencintai negerinya kita tidak boleh melupakan kebudayaan yang kita miliki. Bayangkan bila nanti tidak ada kebudayaan lagi.  Jadi sebaiknya kita sebagai anak anak penerus bangsa harus belajar mengenal kebudayaan nya lagi. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar