Nama: Sheirezha Rihayati Lesmana
Kelas: IEA06
NPM: 16216990
Kelas: IEA06
NPM: 16216990
RAMPAG PAREBUT SEENG
Parebut Seeng atau ada juga yang menyebutnya Tapak Seeng adalah kesenian yang hidup sebagian diwilayah kabupaten Bogor. Kesenian Parebut Seeng ini awalnya tumbuh dikecamatan Caringin Kabupaten Bogor yang merupakan pusat aliran seni bela diri yang sangat terkenal, Cimande. Acara Tapak Seeng ini pada awalnya biasa ditampilkan dalam salah satu acara yang terdapat dalam rangkaian upacara adat pernikahan. Kemudian kesenia ini menyebar lagi keberbagai tempat sampai terkadang dilakukan juga pada acara Khitanan. Rampag Parebut Seeng ini biasanya dipentaskan oleh laki laki baik anak anak maupun orang dewasa. Dalam permainan ini setiap peserta diharuskan menggunakan pakaian berwarna hitam hitam khas tradisional sunda yang dekenal dengan nama baju kampret, dengan dilengkapi penutup kepala yang disebut dengan totopong atau iket.
Peraturan Parebut seeng ini secara umum sangat sederhana,
seorang peserta membawa seeng yaitu
tungku nasi tradisional. Sementara dengan gerakan silatnya peserta yang lainnya
berusaha menyentuh tungku nasi tersebut. Apabila tungku nasi tersebut berhasil
terjatuh, maka akan dinyatakan gagal dan digantikan oleh pemain yang lainnya. Begitu
seterusnya sampai tersisa satu orang yang dinyatakan sebagai pemenang. Pemenang
dalam pertunjukan Rampag Parebut Seeng ini bukan diartikan menang atas orang
lain, melainkan menang atas penguasaan nafsu terhadap dirinya sendiri. Yang
unik dari Rampag Parebut Seeng ini adalah setelah pertunjukan berakhir, seorang
kokolot akan melakukan pijatan terhadap pemain yang cedera . Pijat ini
dilakukan dengan cara mengusapkan air kepada peserta yang mengalami
cedera,tetapi air terdebut bukan air biasa karna dilengkapi dengan mantra
mantra. Memang hal ini dari segi medis sangat sulit dipercaya, tetapi peserta
yang mengalami cedera merasa lebik baik ketika mendapat pijatan Cimande
tersebut.
Sayangnya kesenian Rampag Parebut Seeng ini jarang diketahui oleh anak anak jaman sekarang, padahal sebagai anak anak bangsa yang mencintai negerinya kita tidak boleh melupakan kebudayaan yang kita miliki. Bayangkan bila nanti tidak ada kebudayaan lagi. Jadi sebaiknya kita sebagai anak anak penerus bangsa harus belajar mengenal kebudayaan nya lagi.
Sayangnya kesenian Rampag Parebut Seeng ini jarang diketahui oleh anak anak jaman sekarang, padahal sebagai anak anak bangsa yang mencintai negerinya kita tidak boleh melupakan kebudayaan yang kita miliki. Bayangkan bila nanti tidak ada kebudayaan lagi. Jadi sebaiknya kita sebagai anak anak penerus bangsa harus belajar mengenal kebudayaan nya lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar